Skip to content

kandungan alfatiha

September 13, 2013

 

Surat Al-fatihah sebagai rangkuman dari Al-Qur’an

 
        Surat Al-fatihah adalah surat yang tergolong surat makiyyah (yang diturunkan di Makkah) dengan jumlah ayat 7 berdasarkan ijma’ ulama. Mengenai perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang apakah lafadz basmalah merupakan salah satu ayat dalam surat Al-fatihah atau bukan, tidak akan dibahas di sini.

Apa isi kandungan dari surat Al-fatihah?

        Kandungan Al-fatihah dari 4 sisi yang berbeda, yaitu Alfatihah sebagai rangkuman seluruh isi Quran, dasar-dasar agama, doa, dan the seven Islamic daily habits.

1. Al-fatihah merangkum keseluruhan isi Al-Quran

         Seperti yang sudah disinggung di awal bahwasanya Al-Fatihah merupakan rangkuman atau penjelasan secara global tentang seluruh isi pokok Quran. Lalu apa sajakah isi quran tersebut? Pada umumnya, Al-quran berisi tentang aqidah, ibadah, dan petunjuk dalam kehidupan. Dan seleruh isi pokok Al-Quran tersebut, ternyata ada di dalam sebuah surat, yaitu surat Al-Fatihah. Untuk lebih jelasnya mari kita perhatikan satu persatu ayat dalam surat Al-Fatihah.

    Ayat 1-4 : ayat ini berbicara mengenai Aqidah : tauhid rububiyah, tauhid asma wa shifat, dan tauhid uluhiyah
    Ayat 5 : ayat ini bebicara mengenai Ibadah. Karena di dalamnya terdapat kata “na’bud” yang dalam bahasa arab merupakan satu makna dengan ibadah.
    Ayat 6-7 : ayat ini berbicara mengenai petunjuk dalam kehidupan (manhaj Al-hayah). petunjuk dalam hidup ini sebenarnya banyak dijelaskan di ayat-ayat selanjutnya dalam bentuk anjuran, larangan, maupun kisah para nabi dan orang sholeh terdahulu.

Dan semua ayat-ayat dalam Quran setelah surat Al-Fatihah ini merupakan penjelasan dari ketiga isi pokok Quran tersebut.

2. Dasar-dasar agama

         Sebelumnya juga telah disinggung mengenai nama-nama lain surat Al-Fatihah, salah satunya adalah Al-Asaas, yang berarti dasar. Nah, di dalam surat Al-Fatihah juga terkandung dasar-dasar agama, diantaranya :
Syukur atas nikmat Allah. Ini tertera dalam ayat ke-2 (الحمدلله). Kata ini merupakan lafadz yang kita ucapkan ketika kita berterima kasih (bersyukur) kepada Allah.
Asmaul husna. Ini tertera dalam ayat ke-3 (الرحمن الرحبم)
Mengingatkan kita akan kehidupan setelah kematian. Ini tertera dalam ayat ke-4 (مالك يوم الدين)
Ikhlas, kepasrahan yang totalitas. Ini tertera dalam ayat ke-5 (إياك نعبد و إياك نستعين). “Hanya kepada-Mu lah kami menghamba dan hanya kepada-Mu lah kami memohon pertolongan”.
Istiqomah, dalam ayat ke-6 (صراط المستقيم)
Persahabatan yang shalih, dalam ayat ke-7 (صراط الذين أنعمت عليهم). Karena hanya dengan bersahabat dengan orang-orang shalih lah, itu jalan yang lurus.
Kesatuan umat. Ini bisa dilihat dari kata yang digunakan pada ayat ke-5 (نعبد …. نستعين). Di dalam kata tersebut digunakan dhomir (kata ganti) dalam bentuk jamak, bukan tunggal. Sehingga bisa diartikan bahwa setiap kali kita membaca ayat ini, kita meminta kepada Allah sekaligus mewakili saudara-saudara kita yang lain.
    Urgensi doa (akan dibahas pada poin selanjutnya dan juga bisa.

3. Doa

    Jika pada dua poin sebelumnya kita melihat isi surat Al-fatihah dari kata perkata dan atau ayat per-ayat saja, maka sekarang kita coba melihat dari sisi lain dan menghubungkan kalimat-kalimat tersebut lalu menyusunya menjadi sebuah kesatuan. Sisi lain dari surat Al-fatihah adalah surat ini mengajarkan kepada kita bagaimana cara yang terbaik dalam berinteraksi dengan Allah, atau berdoa. Untuk lebih jelasnya marilah kita perhatikan ayat per ayat dalam surat Al-fatihah.

    Ayat 1 : lafadz basmallah, diucapkan dalam setiap awal ketika ingin melakukan amal kebaikan
    Ayat 2 : secara keseluruhan ayat, ayat ini berisi pujian kepada Allah dan ungkapan rasa terima kasih (syukur)
    Ayat 3 : ayat ini juga merupakan pujian (“Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”).
    Ayat 4 : secara keseluruhan bisa kita lihat ayat ini berisi tentang pengagungan Allah
    Ayat 5 : ayat ini berisi tentang keikhlasan, kepasrahan, totalitas. Tidak ada Dzat lain yang patut disembah dan dimintai pertolongan kecuali Allah.
    Ayat 6 : diawali dengan kata “ihdi” yang dalam bahasa arab termasuk dalam bentuk fi’il amar (kata kerja perintah). Namun, dalam konteks ayat ini, ini merupakan kalimat permohonan. “Tunjukilah kami ke jalan yang lurus”.
    Ayat 7 : merupakan sambungan atau penjelas dari ayat ke-6 tentang jalan yang lurus tersebut, yaitu jalan yang Allah beri nikmat, bukan jalan orang-orang yang Allah murkai dan bukan pula jalan orang-orang yang Allah sesatkan.

Secara garis besar kita bisa bagi ketujuh ayat diatas menjadi 2 bagian besar, ayat 1-5 merupakan pujian, pengagungan. Sedangkan 2 ayat sisanya adalah permohonan. Jika kita ingat, adab seperti ini adalah adab dalam berdoa (baca artikel lain di blog ini dengan judul DOA). Diawali dengan sebuah niat (Bismillah), lalu diikuti dengan pujian, barulah ajukan permohonan. Inilah mengapa dalam sholat, membaca Al-Fatihah merupakan sebuah kewajiban (rukun shalat) dan kita tentunya dituntuk untuk memahami agar sholat kita menjadi lebih khusyu’. Karena pada hakikatnya sholat adalah doa (definisi fiqh untuk sholat adalah doa), dan yang namanya berdoa itu tidak cuek, tetapi penuh dengan kekhusyu’an, rasa takut, dan rasa pengharapan.

4. The Seven Islamic Daily Habits

Ada tujuh aktivitas (kebiasaan) Islami sehari-hari, yang coba diambil dari surat Al-Fatihah juga menjadi bagian yang perlu kita perhatikan, sehingga dengan demikian dapat menjadi bagian dari akhlaq yang membimbing kita ke jalan yang lurus dan baik di dunia dan akhirat. Dan umat tidak boleh terlepas dari 7 kebiasaan ini sebagaimana ia tidak boleh lupa dan alpa apalagi tidak melakukannya untuk membaca Al-Fatihah pada saat mendirikan shalat. Dari surat al-fatihah dapat kita ambil pelajaran akan tujuh prinsip dasar seorang muslim dalam bekerja dan berkarya serta menjalani kehidupannya sehari-hari. Dan tujuh prinsip ini pula yang menggabungkan tiga kecerdasan dasar manusia; yaitu spiritual, intelektual dan emosional. Yang dapat disingkat dengan B5KB :

1. Bismillah dalam memulai setiap pekerjaan,

2. Bersyukur atas segala nikmat yang diterima,

3. Berfikir positif terhadap Allah dan berkasih sayang terhadap sesama,

4. Berorientasi akhirat,

5. Bahagiakan hidup dengan ibadah dan doa,

6. Konsisten dalam komitmen,

7. Bercermin. Boleh jadi kita memiliki sifat seperti mereka.

Inilah isi kandungan surat Al-Fatihah, sebuah surat yang paling Agung. Mungkin sebagian dari kita baru mengetahuinya, betapa agungnya surat ini. Dengan demikian, surat Al-fatihah mencakup 3 aspek pokok Quran. Allah SWT telah menurunkan 104 kitab, kemudian kitab-kitab tersebut dikumpulkan ke dalam 3 kitab (Zabur, Taurat, dan Injil). Kemudian ketiga kitab tersebut dikumpulkan kembali dalam sebuah Quran. Dan seluruh isi Quran dikumpulkan dalam sebuah surat, yaitu surat Al-Fatihah. Dan surat Al-Fatihah ini dikumpulkan dalam satu ayat, yaitu

    إياك نعبد واياك نستعين

    “Hanya kepada-Mu lah kami menghamba, dan hanya kepada-Mu lah kami memohon pertolongan

Advertisements

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: